Showing posts with label College. Show all posts
Showing posts with label College. Show all posts

December 6, 2015

I Wish for China Trip!

Selamat datang Desember, bulan paling bikin pengen pulang ke Bogor karena sebelum UAS ada libur yang sebenarnya bisa dipake pulang selama 2 minggu lamanya. Hiks. Karena mau UAS, rasa jenuh belajarnya makin berasa. Ya seperti biasa. Apalagi sekarang ada kegiatan rutin tiap senin sama selasa yakni Kursus Mandarin. Heem makin mau liburan kaaan, aku sudah jenuh sekali.
Nah karena kursus mandarin itu, jadi kebayang apa rasanya kalo liburan ke Cina ya. "Ya kali aja bisa sekalian buat ngelatih bahasa mandarin" gitu sih mikirnya, sama sekalian "Ya tahun ini passport gue belom nambah juga capnya". Jadilah riset mengenai tempat wisata di Cina dilakukan dan haeee ternyata tempat di Cina bagus-bagus loh, baru tau banget kalo ternyata Cina punya tempat wisata yang ciamik.

1. Zhangjiajie National Forest Park, Hunan Province
Yes you are definitely right! Daerah wisata yang biasanya juga dikenal dengan Yellow Mountain ini kayak yang di film Avatar itu lhoo. (note : Avatar yang biru itu ya bukan Avatar The Legend of Aang) Keren ya tempatnya bikin pengen kesana. Menurut info yang didapet dari guru mandarin katanya kalo mau kesana berjarak sekitar 5-10km dari airport lokal (Zhangjiajie Airport : DYG). Katanya juga sih banyak airport service yang bersedia nganterin kita ke National Forest Park ini. Hmmm semoga ada yang bersedia kasih tiket gratis *kedip*

2. Great Wall of China, Beijing
Apalagi kalau bukan Great Wall of China! Tembok yang secara resmi panjangnya lebih dari 20.000km ini dibangun pada zaman dinasti-dinasti yang pada saat itu lagi berkuasa. Konon, tembok ini dibuat untuk melindungi warga yang waktu itu tinggal didalam tembok dari para kawanan penjelajah yang tidak memiliki rumah agar tidak menjarah makanan maupun harta milik warga yang tinggal didalam tembok. Saking panjangnya tembok ini, tembok ini bisa diakses dari Beijing sampai Qinghai (tapi gatau juga bisa ditelusurin dari ujung keujung atau nggak). Nah Great Wall of China ini letaknya didataran tinggi, makanya bisa diliat sendiri kan dari gambar diatas kalo tracknya nggak datar tapi naik turun. Nah kondisi track yang naik turun dimanfaatkan sama masyarakat sekitar buat dijadiin one-day hiking tour. Buat yang mau liburan sekalian olahraga boleh juga nih kesini dan ajak saya.

3. The Terracotta Army, Xi'an

Terracotta Army ini sempet ada di film Night at The Museum yang terakhir (kalo nggak salah). Konon katanya, patung ini dibuat karena Dinasti Qin yang waktu itu lagi memimpin mau membuktikan kekuatannya (bahwa dulu dia punya tentara sebanyak ini) sekaligus mengenang jasa-jasa anak buahnya yang gugur di peperangan. Dia percaya dengan ngebuat patung-patung ini bisa berguna di kehidupan setelah kematian nantinya. Patung ini ada sekitar 2000an yang dimuseumkan yang ukuran museumnya kurang lebih sebesar hanggar pesawat terbang! Nah kebayang deh sebanyak apa patung-patung manusia ini yang beberapa patung disertakan juga kuda tunggangannya.

4. Giant Panda Breeding and Research Center, Chengdu
Apalah arti ke Cina kalau belum mengunjungi Panda! Panda yang merupakan hewan khas Cina ini dibiakkan dan dirawat dengan baik. Mungkin kalian bakal nemuin banyak banget kebun binatang di Cina yang memiliki Panda tapi di tempat ini, kalian bisa megang pandanya secara langsung! IYA SECARA LANGSUNG! Tempat ini dipastikan cocok banget buat kalian yang suka banget sama panda ataupun kalian yang penasaran banget sama panda.

Kalo aku bisa ke Cina, aku bakalan kunjungi tempat-tempat ini! Bagaimana dengan kalian?


September 15, 2015

Welcome New Term!!

I'm on the stage that I'm relying so much to myself. This term kills me. Having class from 7a to 5p every Monday and Tuesday, PLUS 汗语 course until 8p. Then on Wednesday and Thursday, I have classes from 11a to 5p. I feel so sleepless lately and it frustrates me. I hope I could save my grades this term. 🙏🙏🙏

August 28, 2015

D-2. To A Place That I Avoid The Most.

28.08.15
D-2. I realize (again) that there are no forever for everything-sadness or happiness. I can tell this holiday not so good but not so bad, happiness, sorrow and disgust come equally. When I felt too happy, sorrow comes after it, vice versa and so on.




D-2. I realize (again, but I can't deny it) that expecting too much is such a worst feeling a person could felt. It will end up hurting yourself. I expect too much in togetherness that never enough to feed my expectations. I know I was wrong, but I never deny the fact that I always expecting too much at everything. Worst habit at it best.




D-2. I just realized (that I never had a thought about this before) that living alone is health for your mind. I mean, living far away from where you belong could strengthen your mind, teach you how to survive, teach you how to decide what is best for your own self without thinking too much about other. This. Made. My. Mind. Healthier. Than. Ever. But. Not. My. Feeling.




D-2. I realize that love really can cures everything. Once again, EVERYTHING. Even though you had a fightq, debate or even cursing session, trust me, it's able to cure your heart and mind or even both at the right time.






D-2. I realize that reality still a reality, doesn't care if you're in your dreamland for more than a month, reality waits for you, in front of you, with a great loyalty you had never met, to wake you up and make you realize, life must go on. I do welcome you, the third term that I never wait for but you're still waiting at the right time.

August 2, 2014

Balada Anak SMK yang Ingin Kuliah di PTN

Just like the post's title. Sebenernya gue masih punya banyaaaak banget draft yang belum sempet gue post, bukannya males nerusin tapi cuma lagi gak mood aja. Oke kembali ke pembahasan. Jadi gini, gue sebagai anak SMK yang notabenenya adalah "lulus lalu bekerja" maka kuliah di PTN bisa jadi cuma mimpi. Tapi ada satu hal yang memacu gue, yaitu kakak kelas gue. Kakak kelas gue belakangan ini banyak banget yang bisa keterima PTN, nah gue mikir "masa aja gue gak bisa?" tapi di satu sisi lain mengingat gue sering banget remed selama di smakbo gue mikir lagi "mungkin gue cuma bisa berkhayal".

Pas awal kelas 4, gue makin terpacu lagi mengingat banyak banget kan temen-temen SMP gue yang keterima PTN, sampe akhirnya gue ikutan les dari awal kelas 4 di salah satu bimbingan belajar. Saat itu gue langsung ngambil program khusus buat tes PTN. Gue stres banget pada awalnya. Meskipun gue pas kelas 3 udah UN, itu nggak membantu. Guru bahas matematika dimensi tiga? Gue gak ngerti. Guru bahas biologi? Gue makin-makin gak ngerti, apalagi gue cuma lulusan SMK Analis Kimia yang sangat jarang menyentuh Biologi di kehidupan 4 tahun SMK gue. Belum lagi sama kesibukan sekolah gue yang kayak apaan tau, PKL 4 bulan. Tiap balik PKL jam stgh 5 sore gue les jam 5.15 dan sampe rumah malem jam 9. Belum lagi sama kesibukan proyek tugas akhir yang membuat gue stres bukan kepalang. Bener-bener kepala jadi kaki, kaki jadi kepala. Gue sering nangis malem-malem sambil mikir "ini bisa gak ya keterima PTN tahun ini?". Mengingat tuntutan orangtua juga yang pengen gue kuliah di PTN dan kuliah tahun ini. Hal yang lebih membuat gue frustasi itu kemampuan anak SMA. Gue panik. Gue sangat ngerasa bego. Tapi gue masih ada sedikit rasa optimis yang agak lumayan bisa nenangin.

Akhirnya tiba waktunya buat daftar SNMPTN. Gue nggak begitu yakin sama jalur yang satu ini karena ya tadi, gue sering remed di smakbo. Jadi gue agak setengah hati ikut seleksi ini. "Iseng-iseng berhadiah" kalo menurut gue sih. Gue sampe lupa kalo gue ikutan SNMPTN saking gue stres bgt mikirin SBMPTN. Sampe-sampe pas pengumuman SNMPTN dan gue gak keterima, gue santai aja dan lanjut belajar buat SBMPTN. Gue orangnya agak idealis pas pemilihan jurusan, pas rapot itu gue milih Gizi IPB sama Airlangga. Sampe pas SBMPTN bahkan gue pilih Gizi semua di UI, Airlangga sama UNSOED. Gue emang bunuh diri. Tapi ya daripada keterima PTN di jurusan yang nggak gue suka?

H-21 SBMPTN. Gue udah mulai susah tidur. Susah banget tidur. Kerjaan belajar jungkir balik ampe jam 2 kadang ampe jam 3. Besok paginya udah bangun lagi buat les intensif pagi-pagi. Baru balik lagi kerumah jam 4 sore dan baru bisa tidur jam segitu sampe jam 6an. Belajar lagi dan begitu seterusnya. Sampai pada akhirnya tes SBMPTN itu pun tiba....

Gue tes SBMPTN masih deket rumah alhamdulillah. Gue dateng pagi-pagi. Agak deg-degan emang. Nah akhirnya tes dimulai. Jam pertama itu SAINTEK. Gue gak bisa ngerjain fisika itungan kan, akhirnya gue cuma ngisi pernyataan doang. Mate IPA? Suram. Gelap deh gak keliatan apa-apa. Kimia? Bahkan gue nembak pas ngisi kimia. Gue malu, sebagai anak SMK Analis Kimia bahkan gue sampe nembak pas ngisi kimia. Biologi gue cuma ngisi dikit. Lillahita'ala banget lah ini SAINTEK mah. Akhirnya pas TKPA gue maksain ngisi TPA 43/45, B.Indo hampir semua, B. Inggris juga hampir semua dan MatDas cuma 4. Dan tindakan nekad ini membawa gue pada kegagalan di SBMPTN.

Gue bahkan udah gak bisa nangis pas gak keterima SBMPTN, soalnya besok paginya gue harus berangkat ke Semarang untuk tes UNDIP. Gue ke Gambir dianter bokap gue. Nah disini lah baru gue menangis. Pas gue duduk di kereta, sendirian dan ngadep jendela. Untungnya kursi di sebelah masih kosong. Mendadak gue inget muka orangtua gue. "Sialan gara-gara gue gak lulus SBMPTN nyokap jadi harus ngeluarin duit buat tiket ke Semarang sama ke Surabaya." fikiran itu yang membuat gue menangis. Namum, gue masih berharap sama SIMAK-UI yang belum ada pengumumannya. Disini lah perjuangan gue dimulai. Inilah pertama kalinya gue bepergian jauh naik kereta sendirian. Meskipun hari itu gue bangun subuh banget padahal malemnya gak bisa tidur, gue paksain selama di perjalanan gue baca Biologi. Matahari terik banget dari luar, rasanya hausss banget mana lagi puasa kan. Udah niat mau buka puasa aja tuh gue saat itu, tapi kalo sampe gue buka puasa gue ngerasa bodoh banget lah. Akhirnya hari itu gue gak membatalkan puasa gue sebelum waktunya.

Selama di Semarang gue nginep dirumah eyang-yang-bukan-orangtua-bokap-gue. Mereka punya anak yang seumuran sama ade gue yang SMA. Gue agak gak bisa belajar nih selama disini. Banyak banget godaannya, TV contohnya. TV gak ada berentinya bersuara. Gue makin susah belajar. Gue gak mau pulang tanpa bawa kemenangan.  Akhirnya pas hari tes tiba, gue cuma bisa banyak berdoa. Pas gue ngisi absen dari panitia, banyak banget yang duduk di sekitar gue yang pengen masuk Gizi. Pulang tes, gue hopeless. Pengen nangis banget. Pengen buru-buru ke Surabaya aja rasanya. Pengen buru-buru tes Airlangga.

Akhirnya hari itu tiba, gue sampai di Surabaya setelah berjuang naik kereta ekonomi dari Semarang sambil megangin koper gue di gang jalan. Sesampainya disana, gue dijemput ama adiknya-tante-yang-menikah-sama-om-gue. Nah kalo di Surabaya ini gue lumayan bisa belajar. Gue banyak-banyak bertapa di dalem kamar sambil ngerjain matek sama fisika. Kerjaan cuma belajar sampe jam 2. Bangun sahur, makan, subuh, tidur. Bangun jam 8. Belajar lagi. Gitu aja hidup gue selama di Surabaya. Sampai pada saatnya, seperti petir yang menyambar di siang bolong, pengumuman SIMAK-UI keluar. Dan gue gagal lagi. Pupus udah cita-cita nyokap gue yang pengen ngeliat anaknya pake "Yellow Jacket". Nah ini lah saat gue berada pada titik terendah dalam hidup gue. Gue gak berani nelfon nyokap. Menangis lah gue sekejer-kejernya saat itu. Beres nangis baru gue nelfon nyokap. Respon nyokap kayaknya gemes banget gue gak lolos-lolos "Gimana sih kamu? Disini gak keterima?". Malam itu gue gak bisa tidur dan gak bisa belajar. Stres berat. Gue lagi ngerasain banget dimana gue kecewa bukan main. Dan itu udah H-2 tes Airlangga. Besoknya gue baru bisa belajar. Seharian gue nggak keluar kamar, keluar kamar cuma buat makan sahur, buka puasa sama berangkat teraweh. Begitu juga kebesokannya. Muka gue jelek banget. Jeleeek banget sampe gue gak kenal diri sendiri.

Tanggal 23 Juli pagi, gue berangkat dari rumah sodara gue jam stgh 6 padahal tesnya jam 8. Gue sampe lokasi jam stgh 7. Alhamdulillah masih sepi, gue masih bisa lah bolak-balik Biologi. Pas udah jam 7.15, gue nelfon nyokap. Tangan gue dingin. Nyokap nggak ngangkat telefonnya. Sampe gue udah nelfon sekitar 6 kali baru diangkat. "Mah doain ya, deg-degan nih.". Nyokap cuma bilang, "Udah gak usah deg-degan, kalo udah rejekinya disitu pasti keterima.". Dengan itu gue yakin masuk ruang ujian. Dan tes hari itu berakhir tragis, karena gue nembak kalo ga salah sampe 9 nomor dan gue isi semuanya "D" (Alhamdulillah gak ada sistem minus), juga gue mendadak inget kalo kursi Gizi jalur mandiri nggak banyak. Pulang tes, muka gue lebih jelek lagi.

Malam sehabis tes gue gak bisa tidur sama sekali. Gak tenang. Besok udah langsung pengumumannya. Gue gak mau pulang kerumah nggak bawa apa-apa. Udah mah ngabisin duit nyokap buat tiket kereta segala macem. Malem itu gue baru bisa tidur jam 2. Hari itu gue nyaris bangun sahur kesiangan. Gue agak jetlag ama jadwal imsak Surabaya yang bedanya hampir setengah jam sama Bogor. Hari itu, gue semedi di kamar. Nyoba buat tidur? Gak bisa. Gue cuma bisa solat sama berdoa hari itu. Badan gue panas dingin, gusi gue tiba-tiba berdarah. Gue sangat deg-degan hari itu. Gue sampe ngeshare link pengumuman sama nomor peserta ke cowok gue, nyokap sama ade gue. Nah yang makin bikin gue deg-degan dan mau pingsan itu SMS dari Endah jam setengah 6 sore. "Sab gimana unair?" gue cuma bales, "Lah bukannya jam 7?". Nah SMS ini nih.... "Udah bisa di cek kok sab.". Buka puasa gue hari itu hambar abis. Teh manis kagak berasa manis. Mendadak gak kerasa laper. Udah megang hape untuk cek tapi gak berani. Gue solat magrib sambil berdoa semoga dikasih ketenangan. Habis solat magrib....

Habis solat magrib gue ngecek hasil ujian. Mulanya eror tuh, gue disangka alien gara-gara salah masukin kode captcha. Nah baru nih yang kedua kali berhasil masuk. Loadingnya lamaaaaaaaaaa banget. Sampai akhirnya muncul halaman ini

MasyaAlloh. Gue gak percaya. Gue logout terus gue login lagi dan ternyata beneran. Gue nggak lagi mimpi. Gue udah gak bisa nangis. Mungkin airmata gue udah kering gara-gara ditolak UI kemarin. Gue gak punya pulsa saat itu, jadi gue gak bisa nelfon ke nyokap gue. Berbekalkan paket internet, gue broadcast gambar ini ke 3 orang itu. Dan yah, mereka seneng. Gue juga seneng. Seneng banget. Gue bahkan gak bisa tidur malem itu karena gue gak percaya. Gue bahkan nyengir-nyengir sendiri pas mau tidur. Hoki? Everything will not happen if there is no luck going along with it. Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah.

"So which of the favors of your Lord would you deny?" - Quran 55:13

2 hari kemudian gue pulang ke Bogor naik kereta malam. Gue bahkan gak sama sekali khawatir. Gue tenang aja sepanjang jalan. Seenggaknya gue nggak dijutekin nyokap pas pulang, nggak nambahin pikiran nyokap. Intinya gue seneng kalo nyokap gue seneng. All of the tears, sweat, hardwork, and everything I do only for you, Mom and Dad.

Jadi, kesimpulannya untuk semua adik kelas di SMAKBO. Kuliah lah selagi masih ada orang tua yang mampu untuk membiayai kita, beasiswa pemerintah a.k.a BIDIKMISI ada kok, so jangan jadiin biaya sebagai alasan kalian nggak mau kuliah. Gak usah takut meskipun kita cuma dari SMK. Bahkan mungkin cuma gue satu-satunya anak SMK di prodi gue. Gue anak yang dikenal guru gara-gara doyan remed aja bisa, masa kalian gak bisa? Kalian pasti bisa!! Terus semangat kalo mau kejar PTN!! Jangan menyerah sebelum berperang!!  SMAKBO BISA!!! Semangat Quinsena yang tinggal tahun depan!!
"There are no hardwork that Alloh does not see."

August 4, 2013

Several Months to College

saat sekolah lagi sibuk-sibuknya sama proposal PKT, urusan PKT yang gak ada ujungnya, sama keributan sesama kelompok PKT yg gak beres-beres. gue, sebagai manusia yang sepertinya tidak dilahirkan untuk bersemangat di sekolah ini, gue malah sibuk-sibuknya ngisi modul NF, belajar TPA, ngerjain soal-soal SBMPTN sama sibuk ngafalin istilah-istilah biologi yang amat sangat asing buat gue. iya, gue lebih semangat buat kuliah daripada sekolah. padahal logikanya kalo gue ngga lulus sekolah gue gak akan bisa kuliah kan? tapi gue ngga gitu-gitu amat kok. prinsip gue di sekolah ini cuma satu, lulus tepat waktu. kalo liat postingan sebelumnya kalian pasti udah pada tau kemana jalan pikiran yang gue ambil. tapi kalian salah! hahaha. setelah gue disadarkan bahwa ternyata gue punya cita-cita yang bener-bener dari dulu gue punya, yang sempet terlupakan gara-gara gue masuk sekolah ini. iya, cita-cita yang semua anak kecil bilang. iya, JADI DOKTER. daridulu, dari jaman TK, kalo ditanya cita-cita gue mau jadi dokter. bahkan lanjut SD sampe SMP, kalo ditanyain cita-cita ya gue mau jadi dokter. tapi sejak SMA di tempat yang sebenernya ngga gue mau ini, merubah pola pikir gue sampe gue agak amnesia kalo gue sebenernya mau banget jadi dokter.

setelah gue inget lagi kalo gue mau jadi dokter, gue mulai serius searching FK-FK PTN yang bagus dan peluangnya ngga keil-kecil amat. FK-UI? gile aje, gue masih sadar dan inget kemampuan gue yang ngga seberapa mengingat gue cuma lulusan SMK, bukan pesimis tapi ini tau diri. FK-UNPAD? masih sadar kalo gue gak ada apa-apanya dibanding anak SMA-IPA yang aduhai otaknya, lah gue mah anak SMK doang, UN aja cuma 3 pelajaran bos. setelah mikir, kok gue banyak tau dirinya, akhirnya gue nekat dan pura-pura gak tau diri. nemu tuh FK-UNAIR, di surabaya. katanya mah peluangnya agak besar. tapi tetep aja ya sebesar-besarnya peluang FK tuh sebegimana gitu kan -_-

dicibir orang? pernah. disepelein orang? sering. gue jadi mikir, ini emang cita-cita gue yang ketinggian apa merekanya aja yang salah? apa emang gak ada yang salah? gue jadi bingung. tapi gue jadi berfikir lagi, kenapa ngga gue coba buktiin aja ke mereka, supaya mereka gak asal sepelein orang? tapi ya memang agak susah, tapi apa salahnya nyoba? apa salahnya sih berusaha lebih keras dari orang lain? menurut gue gak ada salahnya. gue cuma butuh api semangat, yang selalu tahan tiap saat sampe gue bener-bener kehilangan cita-cita gue buat jadi dokter. masih ada waktu satu tahun lagi. satu tahun lagi buat semakin deket sama cita-cita gue, buat semakin deket sama masa depan gue. tinggal banyak-banyak usaha ekstra sama banyak-banyak doa, gue usaha, Alloh pasti denger dan Alloh pasti liat.

March 30, 2013

400 Days to College

What a sunny saturday morning right? Thanks God for make this so beautiful. Kalau lihat kalender sekarang itu sudah akhir bulan maret, yang mana buat anak SMA dan sederajat sekitar 2 minggu lagi menuju Ujian Nasional. Kalo buat anak tahun terakhir mereka pasti udah ribet masalah UN dan SNMPTN. Sedangakan gue? Gue cuma ribet masalah UN (saja) yang mana masalah SNMPTN itu masih dihadapi tahun depan (SMK-SMAK-Bogor itu masa sekolahnya 4 tahun). Sebenernya pengen sih ikutan ribet ngurusin SNMPTN tapi ya apa boleh buat, belum waktunya.

Nah daripada mikirin gituan, gue sebenernya masih agak pusing milih jurusan apa sih yang tepat buat lulusan SMK Analis Kimia kayak gue? Gue bukan anak yang cemerlang di pelajaran kimia meskipun sekolah gue menuntut demikian. Jadi rasanya kayaknya agak malesin juga kalo kulahnya ambil eksak-eksak-an lagi, rasanya potensi gue bukan disitu, daripada udah milih kuliah di jurusan eksak kayak gitu tapi ga lulus-lulus yang ada malah abisin uang ortu aja buat bayar semesteran -_-. Nah rasanya gue lebih baik ngambil ilmu Sosial. Tapi sebenernya walau kasihan sama anak IPS karena gue juga memakan "lahan" mereka yang terbatas.Maaf ya tapi rasanya gue lebih cocok di sosial. Setelah searching jurusan-jurusan, pilihan gue tertuju sama "Studi Belanda - Universitas Indonesia" hmmm kayaknya asik nih belajar semua-semuanya tentang Belanda. Mulanya mikir, "ini belajar apaan aja ya? lulusnya jadi apaan ya? kira-kira bisa sesuai gak ya nantinya sama skill yang gue punya?". Nah lalu gue membuka situs FIB UI, disitu banyak dijelaskan tentang prodi-prodi yang ada disana.Pas gue buka Studi Belanda ternyata disitu ditampilin mata kuliahnya, rasa tertarik makin muncul nih.Tujuan sekolah disana makin bermunculan, dari yang cuma "pengen belajar bahasa belanda" nambah jadi "pengen tau semuanya tentang belanda". It must be fun! Tapi kalo nginget punya kemampuan analis kimia jadi mikir 2 kali buat memilih jurusan itu. Rasanya apa mau disiakan percuma 4 tahun "dibantai" sama kimia? Antara rela dan gak rela sebenernya ninggalin kimia, rela karena gue ngga begitu kuat disitu, ngga rela kalo inget perjuangannya. Entah kenapa rasanya masih bingung memilih jurusan kuliah nanti, satu tahun itu dekat, satu tahun itu cepat. Sempet kefikiran Teknik Metalurgi dan Material UI tapi rasanya itu terlalu "serius" ya sedangkan di SMA aja kimia gue ngga kuat-kuat amat. Jadi bingung mau pilih apa nanti pas mau kuliah. Ya semoga aja pada saat yang udah deket nanti pilihannya bisa jelas keliatan dan jelas mau kuliah jurusan apa. Semoga Allah SWT ngasih jalan yang paling terbaik buat gue.