October 24, 2019

a soon to be mother

now I know why a mother will love her child endlessly
I never meet my son in a person, yet
but I already know when shit happens in between us, I know I will protect my son at all cost

I love him, deeper than anyone
even before I meet him
I know that he will be the person that I will always love no matter what

please be strong
grow up healthily
live a good life
surrounding yourself with people who loves you
even when they don't love you, they will let you grow with their constructive critics
be humble, always

mama loves you
mama always loves you

October 6, 2019

23 and pregnant

I never thought, that I will be carrying a baby in me when I am only 23.
Because I thought it will be when I am 24 or 25.
A year or two earlier.
I felt him kicking.
Or sometime he's moving around.
Or stretching his little body.

I don't get the idea about how to be the ideal mom.
But one thing that I believe is life is a non-stop learning process.
Even my mom is still learning how to be a good mom to me,
while to be a good grand mother for my son.
Everyone is learning.
There is always a first time for everyone.
Nobody is perfect indeed.

I put myself first.
But when I know I'm having him with me,
he is on my top list.
I spent almost my day just for thinking of him.
Thinking about is he comfortable enough if I'm doing this.
Is he will be okay if I buy him clothes like this.
Is he will be okay if I am having a simple massage.
Is he will be okay if I am a bit running to catch a train to work.
Then I just put him first.
No exception.

I just understand what is the meaning of
"I love you before I met you".
I feel it right now.
I love my son, before I met him.
So does my husband,
and all of my big family.
It's an unconditional love.
A love that I never able to explain about how deep it is.

Dear son,
Let's meet up when you are ready to meet us.
Find your own way to meet us.
Be healthy, be steady.
The world is a harsh place to stay,
so I am always hoping that you will be strong enough to fight it all.
Tell us everything.
We will listen to every bit of your story.
We will always be there when you need us.


Mama and Papa love you.
See you soon, K.

January 13, 2019

why i rarely write here?

twitter.

i do many writings on twitter.

many random thoughts easily posted.

a minute or two, you can see.

but don't worry,

now i am back.


shab

the magic of a song

it's been awhile.

have you ever heard of a song and then it brings back thousands of memories that you never thought you would feel it again?

i just felt it.

and i blame my shuffle queue on my spotify.

i think a music has its own magic.

as simple as that.

a music may throw you to the deepest feelings you never want to retouch.

or fly you to your happiest moments ever.

thank you spotify,

for your random song choice

you make me feel grateful

that i ever broken

hence i am more grateful for who i am right now.



shab

January 22, 2017

Being A Year Older Than Before

This is your 21st time of January 22nd in your life, shab. Happy birthday to you, you deserve a piece of happiness that you seek by yourself, for yourself.

You've been through a lot of things but not that much to teach you the deepest lesson to start a flawless life. You've been a good child yet a rebellious one, been a smartest child yet a clumsiest one, been a most tough girl yet the most fragile one, been feeling as the most loved yet as the most abandoned, been at the most crowd place yet the loneliest at mind. You've been through a lot, yet have not teach you enough for being a best version of you.

You've been signed as a leader maybe in most frequent times among all of your friends, but have you done it well enough to satisfy your surroundings? How much your leadership moments impacting your surrounding, at least your inner circle?

You've been made a lot of decisions in your life, but have you ever regret any of them? Have you ever dream to live in other people life instead of your own? Have all of your decisions make yourself proud enough on being yourself?

You've been made a lot of connections with people in your life, but have you ever regret any of them? Have you ever feel like you want to reconnecting and start over your life with someone, just to fix all the mistakes you've done and built a perfect connection?

You've been at your version of hardest time in your life, but have you ever learn about how to make it easier if next time you face the same difficulty? Have you ever learn to prevent the same things happen in the future?

You've been good enough to comfort others while they don't do the same things to you, but have you ever think to stop do good things to them to make it fair? Whom do you sacrifice your comforts for? For whom you do all of those unrequited kindness?

You've been a year older than you were yesterday, but have you ever think to make your life better? At least for yourself, for your own sake.

Fin

October 21, 2016

Kebodohan

Kamu harus sadar sab, nggak semua temen kamu yang ke Surabaya kamu janjikan untuk kamu samper dan ajak main. Pasti akan ada "temen" yang pada akhirnya kamu kebingungan mau menuhin janji kamu atau menghindari kedatangan temanmu itu, sab.

Kamu membuat janji yang nggak selalu bisa kamu penuhi, sab. Bodoh.

October 16, 2016

Disambar Petir

Saya bukan mau membahas tentang cuaca. Saya mau bahas urusan hati saya, yang kayaknya udah bukan pertama kalinya saya bahas disini.

Malam tadi, saya sedang asyik ngobrol sama mama. Banyak yang dibahas, sampai tiba-tiba pembahasan mulai mengarah ke urusan personal. Belum lama ini, saya putus sama pacar saya yang sudah hampir 7 tahun nemenin saya. Alasannya sebenarnya sederhana, "saya bosan pacaran lama-lama, saya mau sesuatu yang baru." dan ada sedikit ketakutan dalam diri saya, kalau saya nanti nggak sama dia gimana? Usia semakin bertambah tapi kalau ternyata bukan dia "orangnya" gimana? Intinya, saya bosan dan saya ragu.

Kembali lagi ke pembicaraan saya sama mama. Tiba-tiba handphone mama bunyi, ada chat. Dari mamanya si dia. Nanyain kabar terus bahas hubungan saya sama dia. Isi chatnya biasa aja kok. Mama sekali dua kali menanyakan apa yang harus mama bales ke mamanya si dia, mama belum banyak tau karena emang saya belum cerita detail juga. Hal yang merubahnya menjadi "petir" itu sebenernya pas mama tanya, "kamu kenapa? kamu gak sabar mau dilamar apa gimana? kamu bosen apa capek?" saya bilang, saya bukan gak sabar, saya cuma bosan. Kalau sudah bosan, menurut saya ya jalan keluarnya ada dua, diseriuskan atau disudahi, begitu kan? Saya lebih memilih disudahi lah, banyak keterbatasan antara saya dan dia yang ngebuat kita nggak bisa serius sekarang. Saya lagi senang-senangnya organisasi, ngurus urusan kampus sampe urusan akademik yang perlu banget saya perhatikan, saya khawatir, saya terlalu enak ngerjain apa yang ngebuat saya senang sedangkan dia duduk nungguin saya. Saya sadar, selama kesibukan saya meningkat 200%, saya jarang ngabarin dia. Chat sebatas "selamat pagi", "selamat malam", "jangan lupa makan", "lagi dimana?" dan "lagi apa?", sudah. Long Distance Relationship ini beneran bikin saya bosan dan kasihan sama dia. Kalau mau nelfon, kadang saya pulang udah terlalu malam, dia  masih bangun sih, tapi sayanya yang nggak kuat telfonan (karena kami biasanya kalau sudah telfonan bisa sampai 3 jam) fisik saya udah capek smaa urusan di kampus. Dia pernah bilang, "aku ngerasanya hubungan ini kok berat di aku ya?", iya, dia benar. Saya terlalu sibuk sama dunia saya sendiri sampai dia kecapean ngurusin dunia kita, sendirian. Dia selalu bilang kalau dia udah bisa nerima kalau saya sibuk, tapi nurani saya masih ada, saya yakin dia pasti kenapa-napa. Nggak mungkin dia baik-baik aja. Disitu saya kasihan sama dia.

Kalau ragunya? Saya udah hampir 7 tahun pacaran sama dia. Harusnya udah nggak ada lagi keraguan ya? Selama itu, saya udah mengenal dia dan keluarga besarnya, saya juga udah tau baik dan buruknya dia. Tapi saya berfikir, "apa dia udah yang paling tepat buat saya?". Pertanyaan itu selama 7 tahun belum bisa saya jawab dengan yakin. Kalau ditanya orang saya jawabnya "iya" tapi sebenarnya abis itu saya mikir lagi. Saya belom bisa jawab dengan yakin seyakin yakinnya diri saya. Saya belom bisa nemuin juga jawaban apa yang buat saya belum yakin sama dia. Saya cuma ngerasa belum yakin.

Dia pernah bilang kalau hubungan kita ini ada dua macam - atau apa lah bahasanya yang dia gunakan. Dia bilang kalau kita ketemu, kita udah kayak orang yang paling seneng di muka bumi, iya dia benar, saya seneng bukan main tiap mau pulang ke Bogor karena saya akhirnya bisa ketemu dia,  (saya pernah mau pulang ke Bogor tapi nggak bilang dia, niatnya mau kasih surprise supaya dia senang tiba-tiba pacarnya ada didepannya, tapi gagal, karena dia minta foto saya -__-) akan ada orang yang menyambut kepulangan saya dengan hangat luar biasa, akan ada orang yang selalu membuat saya merasa disayang. Iya, cuma dia. Tapi, dia bilang juga, kalau kita lagi berjauhan ya gitu, jauh jarak dan jauh hati. Saya sibuk sama urusan saya dan dia sibuk nungguin saya yang sibuk, belum lagi kalau saya capek sama urusan kampus yang kadang betenya suka kebawa sampai ke dia.

Kejenuhan dan rasa kasihan dan segala hal yang membuat hubungan kita makin rapuh itu bercampur jadi satu di diri saya. Sampai akhirnya saya bilang saya mau udahan sama dia. Saya mau beri diri saya dan dia waktu untuk berfikir.

Minggu pertama putus sampai sebelum jam 7 tadi, saya lega. Saya udah nggak nangis lagi kayak pas putus jaman SMP dulu. Saya mulai menjadi wanita visioner yang karier-oriented, mulai menata habis ini saya mau merubah diri saya menjadi apa dan berkembang sejauh apa. Saya sudah berifikir setelah ini saya akan menikah umur berapa meskipun baru aja putus dan bingung mau nikah sama siapa, tapi tetep, udah saya tentukan, usia 25 ya, siapapun itu, siapapun yang baca. Pacaran sebentar lalu langsung lamar, ya.

Tapi pas mama menanyakan hal itu, saya rasanya seperti disambar petir. Mama mengingatkan kembali atas semua alasan kenapa saya dan dia udahan. Bagi saya, ngebahas semua alasan itu sekalian mengingatkan juga sama semua yang udah saya lewatin sama dia  dan itu kayak mencungkil luka saya yang udah kering tapi masih berdarah, jadi kalo dicungkil ya perih. Tiap semua temen saya nanya kenapa saya sama dia udahan, untuk menghidari flashback yang gak perlu, saya cuma jawab, "gue terlalu sibuk, kasian dia nungguin gue yang sibuk.", selesai, yang nanya terjawab dan saya pun sudah menunaikan kewajiban saya sebagai yang ditanya.

Puncaknya adalah pas mama bilang, "menikah itu sulit, nggak kayak yang kamu bayangin." dan saya memberikan jawaban yang sama sekali nggak pernah saya lontarkan seumur hidup saya, ketakutan saya, "iya aku tau, tapi aku gak mau nikah sama orang yang salah.". Dia gak salah, tapi saya belum tau dia salah atau tidak.

Bahkan untuk mengetik semua ini, dada saya penuh sesak, mata saya menahan air mata yang nggak bisa saya keluarkan karena saya ngetik ini di ruang tamu rumah saya. Pertama kali, setelah putus, saya hampir menangis karena putus.

Kalau kamu, si dia, baca ini semua. Terima kasih.

October 1, 2016

Pertemanan di Usia 20-an?

Selamat datang di dunia perkuliahan. Setelah menempuh 4 semester kemarin, rasanya luar biasa bisa bertahan sejauh ini. Iya sejuah ini, sejauh ini menjalani proses perkuliahan dan sejauh ini pula tinggal jauh dari rumah. "Sekarang udah semester berapa sab?" tiap pulang ke Bogor pasti sanak saudara melontarkan pertanyaan itu. "5 om, tante, mbak, mas, teteh, aa.". Iya, sekarang udah semester 5, mari kita rekap apa aja yang udah didapat selama dau tahun kemarin.


Pengalaman. Iya pasti kuliah dapet pengalaman. Pengalaman yang paling luar biasa selama perkuliahan itu lebih ke pengalaman organisasi, pengalaman time-management, sama pengalaman lobbying. Selebihnya? Pengalaman hidup? Iya, perkuliahan mendewasakan saya, meskipun saya sadar saya belum dewasa-dewasa amat karena masih suka memilih Happy Meals ketimbang paket hemat dalam keadaan duit mepet.

Kuliah mendewasakan saya dari berbagai sisi, mulai dari membuat diri saya sadar akan hal apa saja yang diri saya butuhkan, membuat saya lebih peka terhadap diri saya sendiri. Kuliah makes me know myself better than anyone. Mungkin terlihat egois, "kamu kok mementingkan diri kamu sendiri saja sih?". Bukan, nggak cuma disitu. Kuliah juga mendewasakan saya, terutama di bidang pertemanan, membuat saya lebih bisa memilih lingkup pertemanan, membuat saya paham siapa saja teman yang bisa saya harapkan komitmennya, membuat saya paham pergaulan mana yang patut saya masuki dan mana yang cukup saya amati, membuat saya sadar bahwa sebenarnya lingkungan pergaulan itu sangat membentuk diri kita, membuat saya sadar "oh ternyata mama benar, nggak semua orang benar-benar baik sama kita". Kuliah juga membuat saya sadar bahwa sebenarnya saya kehilangan satu hal, pertemanan yang hakiki.

Bukan bermaksud apa-apa, saya anak yang lumayan dikenal di fakultas, kamu tanya siapa aja, kalo mereka nggak kenal, minimal mereka pasti pernah denger nama saya. Teman saya banyak? Sebentar, teman yang gimana dulu? Teman sekedar tau dan menyapa sesekali? Banyak. Teman yang sekedar kenal? Ada, lumayan banyak. Teman ngobrol? Ada, beberapa, tapi gitu, nggak semua teman bisa diajak ngobrolin hal yang serupa, jadi untuk teman ngobrol biasanya saya bagi kedalam beberapa kategori, yakni teman ngobrolin pelajaran, teman ngobrolin politik kampus, sama teman ngobrol "curhat". Iya, curhatnya dikutip soalnya intensitas curhatnya jarang. Oke, lanjut. Teman curhat? Ada, sedikit. Bahkan ada teman dekat kemudian malah menjatuhkan saya. Semua jenis teman kayaknya udah saya temuin deh di dua tahun perkuliahan ini. Terus mungkin sekarang kalian bertanya "lah terus maunya teman jenis apalagi kalo semua udah lengkap tapi masih belum puas juga?". Bukan belum puas, tapi entah kenapa belum ada teman sesempurna teman masa SMA,

Teman-teman SMA saya tidak sempurna-sempurna amat sih, kalo lagi jalan-jalan juga sholatnya mepet-mepet atau kalo ngomong juga kadang masih suka keluar kata-kata sumpah serapahnya. Tapi percayalah mereka luar biasa. Sedikit cerita, saya adalah satu-satunya perempuan dari SMP saya yang lanjut ke SMA saya, saya nggak sama sekali punya teman pas masuk SMA dibandingkan dengan teman-teman yang sama asal SMPnya. Ada sih beberapa teman jaman SD yang saya kenal, tapi nggak deket-deket amat. Akhirnya saya temenan sama siapa aja yang mau temenan ama saya. Saya sadar, pas SMA ini saya bener-bener ngelatih coping mechanism dalam hal pergaulan. Saya sadar diri saya cerewet, maka saya sangat butuh teman "buat saya cerewetin", ya nyari teman ini juga berbekal motivasi mama "kamu kan katanya supel, sana cari teman yang banyak, masa anak mama malu-malu" tiap pagi pas awal SMA.  Singkat cerita, saya punya banyak teman walau sebatas teman sekelas. Disitu saya paham, ternyata sifat orang itu amat sangat heterogen. Saya suka sistem sekolah saya dalam membagi kelas, kita selalu diacak tiap naik kelas, disitu kesempatan membuka pertemanan semakin luas. Sampai pada akhirnya pada saat kelas 3 SMA, saya sadar bahwa saya memiliki teman yang sangat berharga. Teman-teman SMA ini luar biasa, soalnya mereka ini yang tahan kalo saya galau pagi siang malam, yang setia ngajarin saya pas dulu saya bego-begonya nggak ngerti kimia, yang setia saya contekin PRnya (hahahaha), yang setia nemenin bikin lapsus dan laphar, yang setia seneng-seneng bareng jalan ke pakuan demi Mie Ayam Mas Sugih atau Rasa Utama padahal panas terik, yang baik hati nganter saya pulang malem-malem gara-gara kepanitiaan padahal rumahnya jauh banget, yang luar biasa baik beliin saya makan pas saya sakit pas lagi kepanitiaan dan bahkan luar biasa setia bersusah-susah jualan makanan bareng. Iya, temen-temen jenis ini yang saya cari di perkuliahan dan ternyata nggak ada.

Semakin kesini, pertemanan saya dengan teman-teman SMA semakin terbuka, kalo pas SMA deketnya sama itu-itu aja, sekarang semua temen SMA sama bagi saya. Bagi saya, temen-temen jaman SMA itu adalah temen-temen yang paling saling memahami satu sama lain. Saya gak tau kenapa bisa kayak gitu, tapi asumsi saya, mungkin karena SMA kita sekolahnya susah banget, jadi pada saling membantu teman-temannya. Solidaritas ini luar biasa banget. Terbukti pas akhir bulan Agustus kemarin saya ke Bandung, sendirian, naik angkutan umum. Kemudian saya nyasar. Iya, nyasar di Bandung. Awalnya panik banget, gak tau mau minta tolong ke siapa karena bahkan google tidak bisa membantu saya karena kuota tinggal sedikit dan batre handphone tinggal 20%, saya matiin paket data, saya harus mengirit energi karena saya gak tau berapa jam lagi saya bakal sampe di penginapan. Tapi tiba-tiba saya ingat, saya punya teman SMA yang kuliah di Bandung. Pas SMA nggak deket-deket amat soalnya beda kelas, saya coba telfon nomor handhonenya yang saya dapat dari teman dekat saya, padahal pas jaman SMA saya sama sekali nggak pernah ngehubungin dia, tapi pas saya minta tolong minta arahan jalan, saya dikasih tau, bahkan dia berniat buat jemput kalo dia bisa (ya teman saya nggak bisa soalnya lagi ada rapat), bahkan setelah saya "selamat", dia bilang kalo ke Bandung wajib kabar-kabarin lagi. Itu yang saya bangga dari teman-teman SMA saya. Saya jadi nyesel dulu pas ada teman SMA yang ke Surabaya tapi nggak bisa saya temuin. Alhamdulillahnya setelah insiden itu belum ada lagi teman SMA yang ke Surabaya, jadi kalo kalian ke Surabaya, saya janji bakal saya samper dan ajak main.

Mungkin kalian berfikir "ya mungkin belum ada momen yang tepat untuk membuktikan solidaritas temen kuliah kamu sab.", di satu sisi saya berfikir "iya juga, mungkin begitu" tapi di sisi lain saya juga berfikir "nggak kok, udah keliatan bakal gimananya.". Ya nggak tau juga sebenernya temen kuliah ini akan membuat saya seperti apa, mengajarkan pengalaman apalagi, semoga saja ke arah yang baik-baik.

Setelah menulis paragraf-paragraf diatas, saya jadi sadar. Bahwa semakin tua usia kita, semakin sulit juga kita menemukan pergaulan baru yang sesuai dengan kebiasaan kita dan biasanya berakhir dengan kembali lagi ke teman-teman SMA kayak Geng Cinta. Menurut saya juga, usia yang paling tepat untuk bergaul itu usia SMA, 15-18 tahun, karena seenggaknya waktu itu kita udah bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah meskipun masih perlu bimbingan Pak Haji dan orang tua dan kita juga udah bisa mandiri dalam mengambil tindakan tegas dalam pergaulan. Ya walaupun diri orang beda-beda, menurut saya sih begitu.

Kalau kamu anak SMA dan sedang baca tulisan ini, jangan sia-siakan masa SMA-mu cuma dengan bergaul sama geng kamu, meskipun saya dulu begitu. Coba berteman sama semua teman SMA kamu, beneran, kamu nggak akan pernah tau kapan kamu bakal membutuhkan mereka. Emang alm. Chrisye bener banget, "tiada masa paling indah, masa-masa di sekolah.".

Kalau kamu anak kuliah dan sedang membaca tulisan ini, coba contact lagi teman SMAnya jangan ditinggal karena kamu terlalu sibuk ngerjan tugas kuliah atau terlalu sibuk rapat.

Kalau kamu teman kuliah saya, maaf kalo saya menganggap kalian selama ini seperti itu, semoga setelah ini bisa kita sama-sama buktikan kalau pertemanan kita sebenarnya juga luar biasa.

Kalau kamu teman SMA saya, terima kasih banyak, kalian udah ngajarin saya hal yang sangat luar biasa, kalian menjadi standar saya dalam mencari teman (dan ternyata belum ada yang memenuhi standar itu), kalian selalu menjadi teman yang saya bangga-banggakan, dan kalian selalu menjadi teman pertama yang selalu saya cari saat saya susah (haha) dan pasti saat saya bahagia.

Terima kasih SMAKBO, kamu menyiksa saya bersama teman-teman saya selama 4 tahun, kamu membuat saya merasa kehilangan masa SMA karena kebanyakan nugas dan praktek, tapi disitu pula kamu mengajarkan saya dan teman-teman saya bagaimana sebenarnya rasa solidaritas itu.

Terima kasih, sudah mau baca postingan saya yang panjang ini. Kurang lebihnya saya minta maaf.










nb : ngetiknya sambil berkaca-kaca dan kangen banget sama temen SMA. Btw, Happy Wedding Dilla dan Akew, maaf nggak bisa dateng (bahkan saya belom pernah dateng ke nikahan temen SMA, sedih), semoga keluarga kalian diberkahi Alloh SWT.

December 6, 2015

I Wish for China Trip!

Selamat datang Desember, bulan paling bikin pengen pulang ke Bogor karena sebelum UAS ada libur yang sebenarnya bisa dipake pulang selama 2 minggu lamanya. Hiks. Karena mau UAS, rasa jenuh belajarnya makin berasa. Ya seperti biasa. Apalagi sekarang ada kegiatan rutin tiap senin sama selasa yakni Kursus Mandarin. Heem makin mau liburan kaaan, aku sudah jenuh sekali.
Nah karena kursus mandarin itu, jadi kebayang apa rasanya kalo liburan ke Cina ya. "Ya kali aja bisa sekalian buat ngelatih bahasa mandarin" gitu sih mikirnya, sama sekalian "Ya tahun ini passport gue belom nambah juga capnya". Jadilah riset mengenai tempat wisata di Cina dilakukan dan haeee ternyata tempat di Cina bagus-bagus loh, baru tau banget kalo ternyata Cina punya tempat wisata yang ciamik.

1. Zhangjiajie National Forest Park, Hunan Province
Yes you are definitely right! Daerah wisata yang biasanya juga dikenal dengan Yellow Mountain ini kayak yang di film Avatar itu lhoo. (note : Avatar yang biru itu ya bukan Avatar The Legend of Aang) Keren ya tempatnya bikin pengen kesana. Menurut info yang didapet dari guru mandarin katanya kalo mau kesana berjarak sekitar 5-10km dari airport lokal (Zhangjiajie Airport : DYG). Katanya juga sih banyak airport service yang bersedia nganterin kita ke National Forest Park ini. Hmmm semoga ada yang bersedia kasih tiket gratis *kedip*

2. Great Wall of China, Beijing
Apalagi kalau bukan Great Wall of China! Tembok yang secara resmi panjangnya lebih dari 20.000km ini dibangun pada zaman dinasti-dinasti yang pada saat itu lagi berkuasa. Konon, tembok ini dibuat untuk melindungi warga yang waktu itu tinggal didalam tembok dari para kawanan penjelajah yang tidak memiliki rumah agar tidak menjarah makanan maupun harta milik warga yang tinggal didalam tembok. Saking panjangnya tembok ini, tembok ini bisa diakses dari Beijing sampai Qinghai (tapi gatau juga bisa ditelusurin dari ujung keujung atau nggak). Nah Great Wall of China ini letaknya didataran tinggi, makanya bisa diliat sendiri kan dari gambar diatas kalo tracknya nggak datar tapi naik turun. Nah kondisi track yang naik turun dimanfaatkan sama masyarakat sekitar buat dijadiin one-day hiking tour. Buat yang mau liburan sekalian olahraga boleh juga nih kesini dan ajak saya.

3. The Terracotta Army, Xi'an

Terracotta Army ini sempet ada di film Night at The Museum yang terakhir (kalo nggak salah). Konon katanya, patung ini dibuat karena Dinasti Qin yang waktu itu lagi memimpin mau membuktikan kekuatannya (bahwa dulu dia punya tentara sebanyak ini) sekaligus mengenang jasa-jasa anak buahnya yang gugur di peperangan. Dia percaya dengan ngebuat patung-patung ini bisa berguna di kehidupan setelah kematian nantinya. Patung ini ada sekitar 2000an yang dimuseumkan yang ukuran museumnya kurang lebih sebesar hanggar pesawat terbang! Nah kebayang deh sebanyak apa patung-patung manusia ini yang beberapa patung disertakan juga kuda tunggangannya.

4. Giant Panda Breeding and Research Center, Chengdu
Apalah arti ke Cina kalau belum mengunjungi Panda! Panda yang merupakan hewan khas Cina ini dibiakkan dan dirawat dengan baik. Mungkin kalian bakal nemuin banyak banget kebun binatang di Cina yang memiliki Panda tapi di tempat ini, kalian bisa megang pandanya secara langsung! IYA SECARA LANGSUNG! Tempat ini dipastikan cocok banget buat kalian yang suka banget sama panda ataupun kalian yang penasaran banget sama panda.

Kalo aku bisa ke Cina, aku bakalan kunjungi tempat-tempat ini! Bagaimana dengan kalian?


November 29, 2015

Rindu

Rindu ingin pulang kerumah.
Bercengkerama bersama para sahabat dan keluarga.
Bergurau menertawakan kegelisahan.
Melupakan kerinduan yang dalam.
Berpura-pura perpisahan takkan pernah ada.
Mendustai diri sendiri bahwa kebahagiaan abadi adanya.
Kemudian datanglah kenyataan bersama kepedihan.
Perpisahan bersama kerinduan berikutnya.

September 20, 2015

Sebuah Rumah Bernama Bogor

Bogor, aku memanggilnya rumah. Aku lahir dan tumbuh di kota kecil ini. Aku tertawa pula menangis dibawah langit yang menaungi rumahku ini. Langkah kaki pertamaku dipijak diatas tanah rumahku. Banyak hal yang kulakukan pertama kali dalam hidupku di rumahku. Lantas sekarang? Tak pernah terbayang, aku meninggalkan rumah. Ratusan kilometer jauh dari rumah. Rumah yang membesarkanku.


Jauh dari rumah membuatku lebih sensitif terhadap kata "pulang". Aku selalu ingin pulang meskipun sudah seharusnya aku bisa tahan berlama-lama diluar rumah. Setelah setahun pun, aku selalu ingin pulang.


Rumahku sederhana, tidak ada kemewahan yang berarti di rumahku ini. Kami yang lahir disini, dibesarkan dengan kesederhanaan rumah kami. Layaknya rumah yang lain, rumahku memberikan kenyamanan dan perlindungan. Rumahku juga menawarkan kebahagiaan dan kehangatan. Tiada pernah aku bermuram durja saat aku menapakkan kakiku di rumahku.


Rumah kali ini bukan hanya masalah keluarga, tapi masalah kehidupan. Bogor bukan hanya sekedar kota, tapi seluruh elemen yang membuatku hidup seutuhnya ada disana. Bogor bukan hanya sekedar kota hujan, hujan dirumah terasa lebih damai meskipun angin turut bergemuruh. Bogor bukan hanya sekedar rumah, lebih dari itu, Bogor adalah jiwa bagi aku yang selalu merindukan rumah.




Kutuliskan tulisan ini, karena rasa rindu kepada rumah ini sudah luar biasa adanya.
Surabaya, 20 September 2015
S.A.M.



September 15, 2015

Welcome New Term!!

I'm on the stage that I'm relying so much to myself. This term kills me. Having class from 7a to 5p every Monday and Tuesday, PLUS 汗语 course until 8p. Then on Wednesday and Thursday, I have classes from 11a to 5p. I feel so sleepless lately and it frustrates me. I hope I could save my grades this term. 🙏🙏🙏

August 28, 2015

D-2. To A Place That I Avoid The Most.

28.08.15
D-2. I realize (again) that there are no forever for everything-sadness or happiness. I can tell this holiday not so good but not so bad, happiness, sorrow and disgust come equally. When I felt too happy, sorrow comes after it, vice versa and so on.




D-2. I realize (again, but I can't deny it) that expecting too much is such a worst feeling a person could felt. It will end up hurting yourself. I expect too much in togetherness that never enough to feed my expectations. I know I was wrong, but I never deny the fact that I always expecting too much at everything. Worst habit at it best.




D-2. I just realized (that I never had a thought about this before) that living alone is health for your mind. I mean, living far away from where you belong could strengthen your mind, teach you how to survive, teach you how to decide what is best for your own self without thinking too much about other. This. Made. My. Mind. Healthier. Than. Ever. But. Not. My. Feeling.




D-2. I realize that love really can cures everything. Once again, EVERYTHING. Even though you had a fightq, debate or even cursing session, trust me, it's able to cure your heart and mind or even both at the right time.






D-2. I realize that reality still a reality, doesn't care if you're in your dreamland for more than a month, reality waits for you, in front of you, with a great loyalty you had never met, to wake you up and make you realize, life must go on. I do welcome you, the third term that I never wait for but you're still waiting at the right time.

June 14, 2015

Kayaknya bulan Juni ini bakal sering banget nge-blog deh. Kenapa? Soalnya di jurnal gue, page bulan Juninya tinggal 2 halaman. *pingin nangis*


Gue cerita tentang jurnal yaa..
Jurnal itu udah gue punya dari awal taun 2012 (hadiah dari majalah apaa gitu, gue beli majalahnya supaya dapet jurnalnya, gue sampul pake kertas kado sama sampul plastik supaya gak keliatan hadiah dr majalahnya haha) tapi ya karena gue kan sedikit selektif tentang apa yang mau gue tulis di jurnal sehingga distribusi ceritanya gak seimbang. Halah.


Januari kertasnya masih bersih, gue gak pernah nulis apa-apa (padahal ulangtaun di bulan januari, tapi ga ada yg berkesan dari 3 kali ulang tahun terakhir, termasuk ulangtaun ke 17).


Februari ternyata sama kayak Juni, tinggal 2 halaman, padahal cuma nyeritain taun 2013 ama 2014, banyak yang berkesan juga berarti pas Februari ini.


Maret masih ada setengahnya lagi lah, soalnya cuma nulis pas 2013 sama 2015 kemaren.


April baru kepake 3 halaman....


Mei tinggal 6 halaman tapi banyak tempelannya! Uyeah!


Juni..... Dari semua bulan, gue paling sering nulis di jurnal itu emang pas bulan Juni, selalu banyak hal yang menarik di bulan ini. Banyak tempelan dan banyak tulisannya hehehe


Juli masih BANYAK BANGET.... Liburan gue biasa aja soalnya dari taun ke taun jadi ya... Apa yang mau diabadikan juga di jurnal.


Agustus biasa aja.


September juga biasa aja.


Oktober malah ga ada tulisannya, isinya cuma tempelan boarding pass sama stiker-stiker aneh... Apalah oktober nih.


November makin apa banget, cuma ditulisin dua halaman dan yah.... Yah.... Yasudahlah....


Desember isinya......foto temen-temen SMA doang dan yah yah yah yah yah nothing special happens in december......




Pengen sih beli jurnal baru, tapi gue maunya sama kayak gini, di plotting berdasarkan bulan dan selama ini nyari di classroom, tga, gramed dll. itu pada gak ada (sekalinya ada, harganya edun). Terlepas dari masalah itu, gue juga ga bisa move on dari jurnal yang sekarang sih, enak ditulisin, kertasnya tebel dan ga mudah robek, tough journal haha.


Ini jurnal pertama gue yang isinya belum pernah dibaca penuh sama orang lain. It's such an achievement for me! Ya maklum kadang gue suka lupaan naro dimana eh terus dibaca orang terusannya kesel sendiri haha.


So far, gue masih lebih seneng cerita di jurnal sih ketimbang di blog, cuma karena alasan privasi. Blogging juga enak kok, lebih enak dr mini versionnya (twitter) soalnya unlimited character 👍


Semoga aja, abis ini ada majalah yang ngasih bonus jurnal yang lovable kayak jurnal yang sekarang, aamiin.




Have a nice day! 😉

Saturday Midnight and Sunday Morning.

Semalem udah bikin rencana mau ngapain aja hari ini. Mau nge-GM rencananya sih, tapi sekarang males ke GM gara-gara sepedaan sendirian plus disananya ga ada yang nemenin juga. Huh. Paling ujung-ujungnya berakhir dengan ndusel-ndusel di kamar sembari baca gizi mikro.




Pas tadi pagi baru bangun tidur, ini tangan nggak sengaja ngeklik windows explorer kan. Nah tab terakhir yg semalem gue buka tuh kebuka. Semalem sebelum tidur gue buka youtube untuk hal yang nggak biasa. Akhir-akhir ini biasanya kan youtube-an buka Honne, Mumford & Sons atau Willamette Stone, tapi malem ini beda. Gue buka "Theme Park Review". Kalo suka sama rides yang pumping adrenaline banget, mesti lah buka channelnya Theme Park Review! Soalnya doi kerjaannya keliling dunia nyobain semua rides yang ekstrim di theme park yang didatengin. Ini gue kasih salah satu linknya : https://m.youtube.com/watch?v=JjEsWj369rc
cuma aja gue lupa itu lagi ngebahas rides apa saking gue kegirangan ngegosipinnya ama temen gue haha. Must watch! Bisa jadi referensi kok kali aja mau ke luar negeri terus nyoba yang aneh-aneh, nah ada semua kayaknya disini.




Udah ya ceritanya segitu dulu. Happy holiday! ☀

Cerita Hari Ini, 13 Juni.

Kalo udah blogging malem-malem pasti lagi ada aja yang jadi pikiran. Banyak banget malah.






Hari ini pas banget kakek 5 taun meninggal. Gue nggak ngerasa dia nggak ada, dia kayak cuma lagi pamit mau pergi cuma gatau kapan baliknya. Gue ngerasa kayak lagi ditinggal kakek gue perang. Dan hal ini membuat gue galau, bikin pengen pulang.






Hari ini lagi ngerasa sendiri banget (udah seminggu ngerasa gini sih sebenernya). Butuh temen banget. Tadi pagi ada temen ngajak jalan, eh gak jadi. Dan hal ini ngebuat gue galau, bikin kangen temen-temen.






Hari ini lagi ngerasa hampa banget. Gue kira dengan gue beli seloyang brownies, hampanya bisa ilang, ternyata nggak, bikin kenyang mah iya. Dan hal ini membuat gue galau, pengen ada yang bisa menuhin tempat yang kosong ini.




Hari ini baru beres baca Eleanor & Park. Endingnya ngeselin. Dan hal ini membuat gue galau, mikirin kemungkinan endingnya kayak gimana.






Hari ini rasanya campur aduk banget. Ga ada semangat ngapa-ngapain. Bahkan buat nonton film atau ngabisin duit aja gue males. Rasanya ini bukan gue, kayaknya badannya emang badan gue tapi isinya bukan.




Banyak yang terjadi hari ini, tapi cuma ini yang bisa ditulis, selebihnya dirasain sendiri.






Hari ini gue gak bisa menentukan gue kenapa dan apa sebabnya. Yang gue tau solusinya cuma satu, yaitu pulang.

June 11, 2015

Iseng Buka Draft..... Terus Ya Baper

Gue udah niat, abis ngepost tentang If I Stay gue mau tidur ah. Eh taunya.... Kepencet draft terus baper haha.


Banyak postingan blog gue yang udah gue ketik panjaaaaaang lebar tapi malah nggak gue post. Banyak pertimbangan kenapa gak di post, pertimbangan yang sering muncul itu cuma satu "gue kayaknya lebay banget deh". Soalnya mostly postingan di draft itu isinya tentang kangen-kangen gitu deh. Kangen geng SMA gue (belaga banget dah geng-gengan segala), kangen pacar, kangen emak, kangen babeh yang rasanya kalo gue post, sisi lain dari diri gue ketauan dong (yeh hahaha) tapi gue mikir lagi kan kalo ini ya blog gue, I'll write whatever I like to write down in here. Jadi mungkin beberapa draft gue akan gue post, meskipun entah kapan berani ngepostnya jadi akan gue coba post satu dari 12 draft yang ada haha (ngetiknya sambil gak yakin). Apapun responnya gue akan post satu dulu aja (gak bakal ada yang respon juga lagian).


Night! Have a nice sleep!
*beneran tidur, langsung lock hp*

If I Stay Movie Review

Jadi ceritanya gue baru malem ini nonton film yang udah bikin gue penasaran banget dari tahun lalu. Iya judulnya "If I Stay". Film ini tuh film adaptasi dari novel dengan judul yang sama karyanya Gayle Forman. Film ini bikin gemes banget. Ceritanya sederhana banget kok. Kalo kata gue malah ceritanya mirip-mirip sama film "August Rush" tapi nggak mirip banget sih, yaa yang bikin mirip cuma si cowoknya anak band dan ceweknya pemain cello. That's all haha.


Ya ceritanya tentang anak SMA yang fall in love terus ya si ceweknya ini daftar ke kampus beken gitu dan terpaksa LDR kan mereka nih. Terus si cowoknya ya galau gitu deh ditinggal LDR padahal si ceweknya ini belum pasti berangkat kok (baper deh gue) eh tiba-tiba ceweknya kecelakaan pas berangkat ama keluarganya. Semua keluarganya meninggal tinggal doi aja yang masih bisa survive meskipun doi aja koma. Terus yaa mulai deh flashback cerita maju mundurnya dan yah selesai dengan sangat ngegantung.


Mulanya gue kesel kenapa ini film ujungnya gini banget eh gue lupa kalo ini ada lanjutannya haha. Iya lanjutannya judulnya "Where She Went". Kalo kata gue sih ya, abis nonton filmnya lu pasti pengen baca bukunya (apa gue doang yang begini?). Alasan gue pengen baca bukunya sederhana aja kok, pas gue nonton filmnya, audionya kecil banget volumenya jadi gue nggak ngedenger jelas apa yg mereka bilang (lah? Gak pake subtitle? Nggak, gue udah move on dari subtitle. Halah gaya banget).


Gue udah sempet risert sih ke periplus terdekat... Harga 2 buku series itu cuma 240an sih. Kenapa "cuma"? Ya setelah gue tau ceritanya romance dan bisa bikin gue baper (soalnya gue LDR fighter gituh. Pret) ya ini worth to buy lah meskipun gue juga gatau duit buat beli bukunya dari mana haha. But yeah gue lebih merekomendasikan nonton filmnya dulu baru baca bukunya. At least supaya ekspektasi lu nggak kebentuk tinggi-tinggi banget lah.


I give this movie:
8.5/10 for the story
8/10 for the imaging
10/10 FOR ADAM'S VOICE AND SONGS!!! 😘


You better watch this one of you are really addicted to romance movie! Have a great day!

June 9, 2015

Libur Nanggung

Nah iya sesuai dengan judulnya gue lagi mengalami hal yang namanya "libur nanggung". Ini adalah hal yang paling gue benci selama kuliah. Sebelum UAS dikasih libur 2 minggu..... Kenapa gak dimajuin aja sih UASnya supaya gue bisa buru-buru pulang? 😭


Semester kemaren gue melewati 2 minggu ini dengan gerasa-gerusu di kosan ga jelas. Mau bepergian means ngeluarin duit dan yaaa sejatinya anak kos adalah anak yang mesti berhemat. Kerjaan tiap hari muter video running man di komputer sembari belajar ampe bosen. Sampe pas udah H-4 UAS baru dah berasa kagak pengen pulangnya.


Enaknya libur tapi tetep di kosan itu banyak sih. Bisa nyuci baju jadi gausah ngeluarin duit laundry (ini nih yg bikin seneng banget 😈), terus kerjaan rumah tangga di kosan semuanya bisa diselesaikan; bebenah kamar, nyetrika baju sampe ngepel kamar bisa sampe sehari dua kali pun gue bisa kalo lagi gak ada kerjaan mah haha


Tapi semester ini euforia mau pulangnya nggak setinggi semester kemaren. Apa mungkin gara-gara materi semester ini yang gak bisa di cuekkin? (duh bahasanya)


Materi semester ini sadis semua. Gak ngerti di satu mata kuliah? Maka tenggelam lah sudah nilai-nilai di mata kuliah yang lain. Contohnya, Dasar Ilmu Gizi. Ini beneran dasar banget, kalo gak paham disini, selamat Bungee Jumping di Metabolisme Zat Gizi Mikro dan Makro. Nah abis itu, mereka juga berkaitan tuh sama Biokimia. Nah... Nah... Selamat aja kalo gak ngerti Biokimia.


Basically semuanya bermuara di dua mata kuliah, Kimia Organik dan Kimia Anorganik, yang sangat gue syukuri semua itu gue telen bulet-bulet pas jaman SMK dulu setiap hari. Lalu gue baru sadar kalo kimia-kimiaan yg dulu gue sumpah-serapahi skrg berasa manfaatnya.


Eh ini kok jadi ngalor ngidul gini? Maafkan.




Cuma satu harapan gue di liburan nanggung ini.




Dear Pak Rektor,
Bisa gak UASnya majuin aja? Supaya saya bisa cepet pulang pak... Makasih pak.


Duh pengen pulang tapi belum UAS kan dilema banget 😢

February 24, 2015

Thankful

Bersyukur. Kadang manusia lupa untuk bersyukur. Yang dilihatnya selalu saja yang tidak dimilikinya bukan apa yang ia miliki. Aku terkadang begitu. Terlalu berambisi akan sesuatu sampai melupakan apa yang sudah kumiliki. Dunia membuat kita buta. Sampai buta hati. Lupa merasakan apa yang orang lain rasakan. Lupa bahwa dunia bukan milik sendiri. Lupa bahwa derita pasti ada meskipun tidak sedang ada dengan kita. Lupa bahwa nikmat sebenarnya amat sederhana. Sesederhana tertawa. Sesederhana bernafas. Timbul lah khilaf setelahnya. Bahwa nikmatMu amatlah luar biasa.






Alhamdulillah.